Awan Malam Tak Suram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Selasa, 28 Oktober 2008

setiap perlewatan lelewa menjadi makna
jalan terjerat batas kemampuan
ku sadari tak ada yang pantas untuk dimiliki
manusia hinggaplah manungsa

detik terlewat tanpa pamit
adakah satu jalan yang pantas untuk aku lewati?
meski perlewatan batas makin tertindas
pantaskah indahnya bunga-bunga itu aku dekap?

Ya Rohman. . .
Ya Rohim . . .
Yang Memiliki Kesempurnaan
Yang MEraja Segala Kerajaan
yang ku yakin Engkau memang nyata
Wahyu yang Engkau turunkan kan jadi balas cinta yang hendak ku jalani
lindungi cinta yang kian beku ini

Tidak ada komentar: