Awan Malam Tak Suram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Rabu, 21 Juli 2010

sekarang kau berani bebaskan aku dari sangkarmu yang kau lukisi dengan keindahan khayalmu
sekarang kau berani taruhkan hujan diatas dedaunan yang kering itu padahal sudah basah dengan embun - embun tiap pagi
kau harapkan keinginan semu yang telah lewat itu

disini kumelihat ada mentari ditiap pagi yang menyelimuti
disini kumelihat bintang yang menghiasi digelap malam
ada dirimu didepanku dan aku hanya membisu
ri detak jantung tak menentu
dan kau hanya menawarkan madu pada dua kumbang itu
padahal disini aku merasa lapar
aku berteriak diantara galau yang menggundu, sedang diantara menyanyikan lagu rindu yang membawa ke alam sana yang membanggakan hati ini
saat ini,,,,
ada aku,,,
dan....seterusnya
READ MORE -

Jumat, 16 Juli 2010

perlewatan ini terkuraas bagai terbawa angin,,,,
cinta malam dalam badai yang tak terhalang
kau berlari menuju pundak yang seharusnya tak ku tuju
aku terperangkap dalamnya pusara itu dan kau dan juga mereka malah tertawa terbahak
derita ini semakin kunikmati bersama keindahan malam itu
dan kau kutahu bisa mengerti
READ MORE -

Kamis, 15 Juli 2010

jika dulu aku melihat pagi bersama senyumnya mentari,,,
kini aku melihat pagi berselimut kabut dengan tetesan embur ditiap dedaunan

jika dulu aku menyapa tiap pagi bersama perlewatannya yang menyelimutiku,,,
kini kusambat pagi dengan bertepak dahan sahara

ada banyak cerita yang tak tersingkap dan aku tidak tahu
saling berbincang mendendang dan menari diatas tapakku
sebatang kisah tak sempurna terpatah - patah dalam ayunan tak terbisikkan
mencoba mengerti tetapi semakin banyak tetesan embun itu
READ MORE -
pagi meringis mengais embun
ada semilir yang membuat semuanya tak merana
kita menggilir ke timbunan dedaunan
kau terlintas lalu setelahnya
menghitung waktu dalam aritmatika bukan kepastian
tiap detik dikurangi
tiap menit dikurangi juga
datang tengah hari kumenapak bersama sekawanan
ada kupu2 yang kedua sayapnya begitu indah
membuat tiap orang ingin menyentuh dan memiliki dalam genggaman masing - masing
dan kulihat ceria itu,,,,,
kupu itu tak berani kutangkap dan tak berani kukejar, meskipun banyak orang yang mengejar
kubiarkan terbang kemana yang diingini
mungkin kau sendiri juga tahu
hmmmmm
aritmatika kembali dijalankan
menghitung mundur dan mencuri pandang kedua kupu itu
eh,,, sayapnya tertinggal satu dan aku membiarkannya disana
datang angin membawa gemerlap pancar yang biasa
kita berpangku tangan
kembali ke pintu dan kembali ke jendela
kini ada kumbang yang membawa madu dari bunga yang baru mekar
dan madu itu bersembunyi dari tatap pintu ini
hujan turun dan madu itu telah hanyut
READ MORE -