Awan Malam Tak Suram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Minggu, 26 Desember 2010

ini aku yang memandangmu dalam sejuta tatapanku
mendengar bisikan lembut hatimu dengan pendengaranku
serta menyambut hangat belaianmu
tuk ungkap tabir bahagiaku
dua jiwa yang menyatu dalam satu asa
READ MORE -
lihatlah aku dari hatimu, kan kau dapati aku dengan luka disekujur tubuhku
dengarkan aku dari hatimu, kan kau dapati lagu lagu syahdu berirama tentangmu
sentuhlah aku dari dari hatimu, kan kau rasa beku diri ini dimalam sunyi
tetap jaga hatimu
do'aku padaNYA untuk hatimu


24/12/10
READ MORE -

Kamis, 23 Desember 2010

gundah hati semakin tak menentu
tak tahu ini akan datang cinta itu atau tangis lagi kembali kan terulang
bidadariku dalam malamku
aku tak pernah takut dengan tiap gores cinta dalam hati ini
kumiliki anganku terlalu terbawa jau seakan tak kembali
dalam dekapku,didekapanmu, bidadariku
READ MORE -
Desah nafasmu membuatku gelisah
saat kau tiada, hariku enggan ceria
sejenak terlintas sejarah lalu indahnya saat kau disampingku
menyulam benang asmara dalam gelora cinta
kala gerimis mengguyur
tetesan air menyentuh kalbu sedingin embun diwajahku mengusik dari lamunanku
akankah sejarah itu terulang kembali berdua lalui hari dengan canda dan tawa

22/12/10
READ MORE -
aku tak mengharap seorang gadis sempurna kan mencintaiku
karna aku hanya sesosok yang tak punya arti ditiap hidupmu
tapi bagiku, kau adalah pelengkap dalam hidupku
sempurnaku tiap ku dekap hangat dirimu
hanya satu pinta dari hati
jangan pernah kau lupa akan hadir diriku dihati
temani aku ditiap nyata dan mimpi
karna kaulah sang pujaan hati



21/12/10
READ MORE -
Rajutan rindu kian deras mengalir sukma dan nadimu
kasihmu begitu smpurna
penuh dengan ketulusan setulus cintamu padanya yang tak ku tahu
semoga keabadian yang hiasi pelataran ruang hatimu
karna kulihat sudut hatimu terlalu sempurna untuk ku singgahi
tetap bersemayam dalam kenikmatan singgasanamu bidadari_ku



15/12/10
READ MORE -
mungkin kau akan tenggelam dan hanyut
ombak deraspun kian memanggut
menghitung hari demi hari dengan jemari yang legam
sebelum selancar melarung kelaut yang paling ujung
tumbuh - tumbuh yang terlentang mabuk yang tak kepalang
masuk segera kedalam ingatan
entah pada hitungan keberapa kau akan kembali kepantaiku
tinggalan dalam gulungan pasir putih seakan meledak dengan tiba - tiba
runtuhkan seluruh kota surgaku
tahukah kau pasir pantai putihku
ledakan itu sampai ke tubuhmu
dan kini aku hanya bisa bermimpi ke pantai kuta

12/12/10
READ MORE -
Sepercik kaki angin diujung bukit
hempas seruling di tepian sungai batanghari
secawan madu beramai kata
sendau gurau mewarnai
seminggu telah hijau
tepiskan galau mencakar sanubari
aku termangu terpaksa fantasi khayal
menghela nafas kasih tertahan
disini tak ada erangan
tak ada keringat tertetes lembut jauh,
tak ada lagi,,,


11/12/10
READ MORE -
sunyi tetap menggenggam jemari
malam,,,
dengan lambat langkah menyusuri sungai
lewati lembah, singgah diujung bukit
terbawa angin ke desa - desa
terseret ombak ketengah samudera,
kadang gerimis menemani
bahkan hujan badai sekalipun
hembusannya mendorong ke kota
berbaur dengan hiruk lelap
sunyi tetap bersandar malam
meski saat kemesraan tergoyah hingar bingar segenggam kota
setia kesunyian malam
maafkan aku sahabat....

11/12/10
READ MORE -

Minggu, 05 Desember 2010

4 Desember 2010

sepekat malam tak berbintang,,,
kubawa kau lari melintang ilalang
tak sepekat lalu jalan ini ku tempuh
tertutup apapun mataku ini terlalu terbawa pekat secangkir air murni yang kau berikan
READ MORE - 4 Desember 2010

28 November 2010

sayup tak berkata, raga ini gemetar seorang diterjang segumpal badai, tertanam sejengkal emosi yang tak pantas namun terlalu tertimbun sesekian luapanyya, entah berani kuterima kehidupan khayal ini, terlalu lama kau kujaga tapi akhirnya pergi jua
READ MORE - 28 November 2010