Awan Malam Tak Suram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Jumat, 17 April 2009

resah kau bawa dalam setiap perlewatan, menutupi jalan untuk kau dan aku
dipertigaan itu aku temui bayangmu, lalu kau menghilang
aku kejar bersama puing - puing nostalgia
dalam mimpi kita kau tak lagi jabatkan tanganku dan tanganmu kembali

semua mengetahui perlintasan yang aku pijak ketika segerbong kereta melintas dari hadapanku
semua bisa menilai dan mengerti apa - apa yang telah diulaskan ketika mereka sendiri telah tiada
kaupun mungkin juga telah mengetahui apa yang kau sembunyikan ketika umpatan awan terbawa bersama angin ditengah teriknya mentari

dan aku telah kembali membiarkan semuanya terbebas dari sarapan Tuan Raja ketika ianya lapar
aku telah lama berpayung tiga dalam lapisan plastik usang yang aku cari
aku... bisa mereka mengetahuinya sedangkan aku hanya berenang ditempat dangkal

ketika itu kau merekah diantara bunga - bunga mawar dan melati ditaman itu
dengan pangkuan siapa yang engkau pimpinkan dalam keakraban yang tak mereka alami
tapi aku telah terbangun dari mimpi yang menghampiriku diatas ombak banyu
dan kau tiada

Tidak ada komentar: