Awan Malam Tak Suram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Jumat, 13 Maret 2009

kau menjauh
mengalir deras mengikuti titik - titik yang berlarian dilorong jembatan itu
kau bertandang pada angin, sesaat engkau datang menjemput hawa yang tertinggal,dan kau kembali pergi dengan hujan yang telah kuperbuat diatas punggung - punggung yang menjadi tumpuan celah sisa - sisa kehidupan sementara yang Dia amanatkan,
kembali pada cerita masa lalu yang telah aku sesatkan kehidupannya,
relungan kabut menyambut
tak mengetahui apa yang engkau dera, aku melewati tiap tetes darah yang terhalang didepanku,
tak pula aku menoleh,
hanya segenggam tanya dan segenggam tanya

Tidak ada komentar: