rinai rindang rintik embun disetiap ujung dedaunan
kau melintas tak berkata dna tatap hanya kepalsuan
semilir angir berhembus hangat padahal ia hanya menikmati jalannya
tiap titik jaga kau berhenti, mengayuh kembali kali ini kau lari beroda mengejar hampaan kosong yang tak terbelalak dimata senjamu
malam berkabut kau hangatkan sehingga tak semua orang merasa dingin kala itu
melihat awan hanya terkumpul lesu, hitam dan tak menerima hempasan dari siapapun
mengikutimu,,,,,,, dan kau kembali mengayuh
tak tahu cinta itu hanyalah sebuah keseimbangan
tak memiliki hitungan namun bisa diperhitungkan
biar kau terjaga malam ini bersama kabut kabut diantaramu sehingga kau rasakan getaran lampau yang membuatmu lapar dan dahaga atasnya
terdiam terbelalak matamu mengikuti desir debu berterbangan mengarah entah kemana akhirnya singgah
seperti cerita yang pernah diberikan dalam mimpi, bahwa semua ini memang jalan yang harus dilalui
entahlah......
**Glenn Fredly - Terserah **
Senin, 28 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar