Awan Malam Tak Suram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kamis, 15 Juli 2010

pagi meringis mengais embun
ada semilir yang membuat semuanya tak merana
kita menggilir ke timbunan dedaunan
kau terlintas lalu setelahnya
menghitung waktu dalam aritmatika bukan kepastian
tiap detik dikurangi
tiap menit dikurangi juga
datang tengah hari kumenapak bersama sekawanan
ada kupu2 yang kedua sayapnya begitu indah
membuat tiap orang ingin menyentuh dan memiliki dalam genggaman masing - masing
dan kulihat ceria itu,,,,,
kupu itu tak berani kutangkap dan tak berani kukejar, meskipun banyak orang yang mengejar
kubiarkan terbang kemana yang diingini
mungkin kau sendiri juga tahu
hmmmmm
aritmatika kembali dijalankan
menghitung mundur dan mencuri pandang kedua kupu itu
eh,,, sayapnya tertinggal satu dan aku membiarkannya disana
datang angin membawa gemerlap pancar yang biasa
kita berpangku tangan
kembali ke pintu dan kembali ke jendela
kini ada kumbang yang membawa madu dari bunga yang baru mekar
dan madu itu bersembunyi dari tatap pintu ini
hujan turun dan madu itu telah hanyut

Tidak ada komentar: