
Dinkes Kota Surabaya
Sekarang Nyamuk Aedes Aegypti Juga Hidup Di Air Kotor
11 Mei 2008
Surabaya, eHealth. “Waspadai penyakit Demam Berdarah, terutama saat musim penghujan dan pancaroba,” ujar dr. Ina Aniati selaku Kepala Bidang P2P-HS (Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit-Hygiene Sanitasi) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya saat memberikan materi pada Talk Show mengenai bahaya Demam Berdarah yang diadakan oleh media Seputar Indonesia di Royal Plasa, hari Minggu (11/5) lalu.
Dr. Ina menuturkan bahwa Indonesia yang terletak didaerah yang beriklim tropis dan merupakan habitat serta tempat yang nyaman untuk nyamuk berkembang biak, terutama saat musim penghujan tiba. Karena nyamuk hidupnya ditempat yang tergenang air, maka perilaku hidup sehat dari masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya sangatlah diperlukan sebagai salah satu pencegahan terhadap perkembangbiakan nyamuk tersebut. Salah satu pencegahannya yaitu dengan cara 3M dengan menyeluruh yaitu menguras air yang tergenang seperti bak mandi, menutup bak-bak air serta mengubur barang bekas yang dapat dijadikan sarang nyamuk. “Namun percuma saja bila rumah kita bersih, tetapi lingkungan sekitar kita masih kotor dan menjadi habitat nyamuk khususnya nyamuk Aedes Aegypti. Maka kita juga berpotensi terkena penyakit Demam Berdarah juga,” tutur dr. Ina.
Ciri-ciri seseorang yang menderita Demam Berdarah mempunyai gejala klinis adalah demam tinggi pada si penderita, dengan ciri khas seperti pelana kuda, yaitu demam tinggi pada hari pertama sampai ketiga, setelah itu demam akan menurun, namun suhu tubuh akan kembali naik. Jika digambarkan dalam grafis seperti pelana kuda. Apabila penderita memasuki fase kritis akan mengalami gejala pendarahan, mual, muntah dan timbulnya ruam-ruam dalam tubuh. “Langkah pertama kita apabila menemui saudara kita yang terkena Demam Berdarah adalah memberikan air minum sebanyak-banyaknya karena trombosit menurun dan juga penderita mengalami kekurangan cairan tubuhnya,” ujar ibu dua anak ini menambahkan. dr. Ina juga menganjurkan untuk memberikan susu karena susu mengandung semua gizi yang dibutuhkan tubuh seperti mineral, protein, vitamin, dan lainnya.
Berdasarkan Penelitian terakhir, Tropical Disease Centre (TDC) mengungkapkan bahwa nyamuk Aedes Aegypti juga hidup ditempat yang tergenang air kotor seperti selokan, ”Tidak hanya berhabitat di tempat yang tergenang air bersih, jadi kita sekarang dituntut lebih waspada,”tutur dr. Ina. ”Dan yang paling penting pencegahan dengan perilaku hidup bersih, pemberian makanan bergizi, memperbaiki kesehatan lingkungan dapat menurunkan faktor resiko penyakit ini,” tambahnya.
Sedangkan data Dinkes Kota Surabaya, selama bulan April 2008 terdapat 361 kasus Demam Berdarah yang terjadi di Kota Surabaya. ”Selama tahun 2007 terdapat 3214 kasus Demam Berdarah di Kota Surabaya, dan semoga untuk tahun 2008 jumlah penderita menurun, karena Demam Berdarah tidak bisa diprediksi,” ujar dr. Ina lebih lanjut. Dia mengungkapkan untuk menurunkan kasus Demam Berdarah sampai dengan Zero Case tidaklah mungkin mengingat habitat nyamuk dan populasi penduduk Kota Surabaya yang begitu padat. ”Mungkin tetap ada kasus Demam Berdarah (di Surabaya), namun semoga tidak sampai parah dan tidak sampai menonjol hingga sampai Kejadian Luar Biasa (KLB),” tutupnya. (and)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar