
masih mereda sebak dada, menutupnya mentari permainkan dalam ingkar mula
baktiku tak pernah gugur
asa ini mengalirkan diri setenang ladang sungai diperanta malam
tak mampu dan tak ingin menatap jauh sejauh aku melempar nyawa dunia maya
karna kaulah yang dihati
bersemayamkan cinta dan mensemikan tamanku tiap fajar hari
belaimu kasihku,,,
candamu, kasihku,,,
cintamu, kasihku,,,
sungguh terlalu kubutuhkan itu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar