
memang menghujamku dan tetap menumpuk punggungku dalam lelah, hanya batas ku mampu menutupnya, jika kau ingini ku rela biar lelahku lebih tumpu selama beberapa denyut jam dinding persinggahan ini, tak pernah q hentikan arusmu kau beri, karna jalanmu tetap kucinta, meski bukan saat berdua besama menyanyi riang sampai tutup senja tiba dan mulai berbisik padaku tentang semuanya.
mungkin terlalu tinggi kiranya do'a ini sehingga tak kujamah seluk - beluknya
q terlalu takut kau meneteskan walau titik air matamu atas pedih yang kuberi
namun q mungkin saja tak pernah sanggup kau berpangku dilain hati, dilain hari dan dilain sisi
Yang Memiliki Sepenuh Hati ini
bantu aku tuk tetap kokoh melindungi, dari hujam malam, dan dari gangguan siang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar