Awan Malam Tak Suram. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kamis, 23 Desember 2010

Sepercik kaki angin diujung bukit
hempas seruling di tepian sungai batanghari
secawan madu beramai kata
sendau gurau mewarnai
seminggu telah hijau
tepiskan galau mencakar sanubari
aku termangu terpaksa fantasi khayal
menghela nafas kasih tertahan
disini tak ada erangan
tak ada keringat tertetes lembut jauh,
tak ada lagi,,,


11/12/10

Tidak ada komentar: